Senin, 01 Desember 2008

HIV - AIDS DI TEMPAT KERJA

Juli 2003, adalah tahun dimana ada sesuatu yang sangat berarti yang saya dapatkan.
Pada waktu itu sebagai pengurus dari APINDO (ASOSIASI PENGUSAHA INDONESIA) KAB. BOGOR, saya ditugaskan untuk mewakili organisasi tersebut mengikuti TOT (TRAINING OF TRAINERS) TRIPARTIET NASIONAL Mengenai PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV-AIDS DI TEMPAT KERJA.
Training tersebut diselenggarakan selama 4 hari di NOVUS HOTEL Puncak.
Sebenarnya saya paling malas mengikuti training yang awalnya menurut saya tidak ada manfaatnya sama sekali. kenapa saya katakan tidak ada manfaatnya karena HIV -AIDS???? apa itu...saya saya tahu itu kan penyakit orang-orang nggak bener, mana adalah diperusahaan orang sakit HIV-AIDS bekerja.

Pada saat training di hari pertama berlangsung, saya bersama sahabat saya ibu Dinar (HRD PT. Ricky Putra Globalindo) benar-benar jadi pengembira saja.
Selama training berlangsung saya berkenalan dengan seorang wanita yang bernama Yanti, waktu itu saya pikir dia dari unsur UNION atau Disnaker, saya nggak sempat tanya macam-macam kedia. Tapi yang jelas saya selalu duduk dekat Yanti dan ngobrol serta makan bersama dia.

Pada hari ke tiga, ada acara diskusi mengenai HIV-AIDS, dalam acara diskusi tersebut saya sempat mengemukakan agar orang - orang yang terinfeksi HIV_AIDS tersebut di Karantina saja, atau boleh perlu ditembak mati saja, karena mengotori dunia, dan bikin repot orang yang hidup saja, kata saya pada waktu itu.

Setelah acara diskusi selesai, malamnya ada acara bagi peserta untuk menonton film tentang kesaksian ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS)cukup serius saya memperhatikan film entang kesaksian ODHA tersebut, sampai tanpa saya sadari saya cukup terkesan dengan kesaksian mereka, dan ada satu orang di film tersebut yang rasanya saya kenal, Siapa dia???????

Alangkah terkejutnya saya, ketika film usai dan lampu di ruangan yang semula dipadamkan kemudian menjala. saya melihat sosok sahabat saya yang saya baru kenal selama training tersebut, ya dia adalah YANTI.
Yanti, bercerita bahwa dia tertular virus HIV-AIDS dari suaminya, yang sekarang sudah meningal dunia, dan satu dari dua orang anaknya pun ternyata HIV +.
SUBHANALLAH, Yanti bercerita pada mulanya dia tidak mengerti mengapa dia di vonis oleh dokter bahwa H+, dia adalah seorang ibu rumah tangga, yang setia pada pasangannya, tidak pernah macam-macam. Dan yang paling menyakitkan adalah perlakuan yang dia terima dikantor di tempatnya bekerja. Yanti di diskriminasi oleh lingkungan sekitarnya.
Bahkan ketika tetangga dan jemaat gererejanya tahu bahwa suaminya meninggal karena HIV tidak ada orang yang mau membantu dirinya dan keluarganya untuk mendoakan memakamkan suaminya.

Saya sangat terkesan dan terkejut sekali dengan pengakuan Yanti ini, dia tidak pernah tahu mengapa virus itu bisa ada pada diri suaminya, dan dia juga tidak pernah menyaari bahwa dirinya dan seorang anaknya juga harus tertular virus itu.
Ternyata banyak orang-orang yang tidak berdosa saat ini terinfeksi virus HIV-AIDS. Pada saat itu ingin rasanya saya menarik ucapan saya yang telah mediskriditkan orang dengan HIV-AIDS . Tapi bibir saya menjadi kelu, yang ada air mata saya mengalir tak henti-hentinya. Ada rasa terharu, sedih, dan perasaan lainnya.

Dalam training tersebut saya mulai tahu bahwa virus HIV-AIDS bisa datang dan menular kepada siapa saja, baik tua, muda , kaya, miskin, virus tersebut tidak pandang bulu bisa masuk ke diri semua orang. Yah..baik dirikita pribadi, keluarga, tetanga dan orang-orang yang kita kenal

Teringat saya, bagaimana kehidupan karyawan - karyawan pabrik baik yang di Gunung Putri, maupun Narogong Bekasi. Dimana mereka tinggal di tempat-tempat kos di sekitar pabrik, yang tentu saja ada kehidupan sex yang terselubung. Dimana seorang buruh pabrik wanita bisa saja dikencani oleh karyawan pabrikyang lain, dan bagaimana mereka dapat berganti pasangan dengan mudah.

Mulanya saya tidak percaya dikantor saya, tidak mungkin ada HIV-AIS nya orangnya kan Alim-Alim, mereka memakmurkan mushollah, apalagi hari Jumat mushollah di kantor selalu penuh (dulu saya masih sebagai HRD PT. MEGASARI.Tapi setelah saya mendengarkan testimoni dari Yanti, semua pandangan saya tentang HIV-AIDS berubah, yach...adalah suatu bentuk tanggung jawab bagi saya untuk menyebarkan virus informasi HIV-AIDS ini kesemua kalangan, tidak hanya pada lingkungkan kantor tapi juga lingkungan rumah saya.

Ditambah lagi 2 hari setelah saya pulang dari TOT tersebut 3 orang anak gadis, yang merupakan tetangga saya ditangkap polisi karenaNYABU (Pakai Narkoba). Padahal mereka semua berasal dari keluarga baik-baik, dan terpandang. Ngeri...sekali saya memikirkan kalau mereka bisa terkena virus HIV juga, ya....itu karena pengguna Narkoba suntik biasanya selalu SHARING untuk menggunakan Narkoba suntik, dan tentunya hal itu sangat beresiko.
aining
Tidak terbayangkan sebelumnya oleh saya, keika saya selesai TOT dan kemudian saya ditawari oleh Pak Aziz dan Pak Bambang dari Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI) untuk bergabung dengan mereka untuk melakukan sosialisasi keperusahaan-perusahaan.
tentu saja tawaran itu saya sambut dengan baik...karena saya bertekad untuk sebanyak mungkin dapat membantu menyebarkan informasi tentang HIV-AIDS ini kepada masyarakat luas, karena saya berada di dunia usaha, maka bersama-sama dengan KKI saya melakukan s

Tidak ada komentar: